BOLEHKAH
GADGET UNTUK BALITA ?
ISU
Saat
ini gadget telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya pada orang dewasa,
remaja maupun anak-anak, balita pun sudah banyak menggunakan gadget. Para
orangtua yang memberikan gadget untuk anak balita mereka berfikir bahwa banyak
manfaat yang didapat dari penggunaan gadget. Bentuk gadget yang semakin tipis
dan menarik serta aplikasinya yang beragam memudahkan setiap orang
mengaksesnya. Tetapi banyak juga orang yang berfikir, bagaimana jika gadget
digunakan anak berumur 0-5 tahun yang seharusnya bermain dengan teman
sebayanya, bersosialisasi dengan lingkungan tempat tinggalnya, mengeksplor
dirinya dan berfikir kreatif dalam menghadapi masalah.
ARGUMEN
MENDUKUNG
Gadget
memang sangat bermanfaat, bahkan untuk anak balita sekalipun. Gadget dapat
memberikan hiburan dan pendidikan instan untuk para balita. Dengan memakai
gadget kemampuan audi-visual anak dapat terlatih. Sudah banyak aplikasi khusus
untuk melatih audi-visual balita. Selain itu, banyak juga aplikasi untuk
melatih motoric halus seperti menulis dan membaca.
Dengan gadget, anak bisa mendapat
hiburan berupa game yang sekaligus
dapat melatih kecerdasan anak.
ARGUMEN
MENENTANG
Gadget
dapat membuat anak cuek berjam-jam. Hal inilah yang menyebabkan beberapa orang
berpendapat bahwa balita belum boleh menggunakan gadget. Dampak gadget pada
balita baru akan terlihat jika mereka sudah mulai tumbuh. Anak akan mengalami
penurunan dalam kemampuan bersosialisasi. Anak yang terlalu asyik bermain
gadget menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar, sehingga tidak memahami
etika bersosialisasi. Selain itu, anak yang mengakses situs jejaring di dunia
maya secara berlebihan juga dapat membuat anak berfikir bahwa mencari teman
bisa dilakukan melalui internet dan melupakan teman-teman yang ada di
lingkungan sekitarnya. Tidak hanya itu, gadget disinyalir dapat menurunkan
prestasi anak kelak saat memasuki jenjang sekolah.
Gadget pada balita juga berpengaruh
tehadap perkembangan mata. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan gadget
secara berlebihan dapat memperberat kerja otot mata dalam mengatur focus, dan
menimbulkan ketegangan mata. Hal ini dapat mempercepat timbulnya kelainan
miopi pada anak.
KESIMPULAN
Jadi,
balita boleh saja bermain gadget, asal tidak berlebihan. Dalam hal ini orang
tua yang berperan sangat penting untuik mencegah hal-hal yang berdampak negatif
pada anaknya. Orang tua dianjurkan mengerti dan paham batasan usia anak-anak
bisa diperkenalkan dengan gadget. Agar dalam penggunaannya dapat lebih optimal
dan bermanfaat untuk masa depan para balita.
