Senin, 07 Maret 2016

Teks Diskusi : Bolehkah Gadget untuk Balita?

BOLEHKAH GADGET UNTUK BALITA ?

ISU
            Saat ini gadget telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya pada orang dewasa, remaja maupun anak-anak, balita pun sudah banyak menggunakan gadget. Para orangtua yang memberikan gadget untuk anak balita mereka berfikir bahwa banyak manfaat yang didapat dari penggunaan gadget. Bentuk gadget yang semakin tipis dan menarik serta aplikasinya yang beragam memudahkan setiap orang mengaksesnya. Tetapi banyak juga orang yang berfikir, bagaimana jika gadget digunakan anak berumur 0-5 tahun yang seharusnya bermain dengan teman sebayanya, bersosialisasi dengan lingkungan tempat tinggalnya, mengeksplor dirinya dan berfikir kreatif dalam menghadapi masalah.


ARGUMEN MENDUKUNG
            Gadget memang sangat bermanfaat, bahkan untuk anak balita sekalipun. Gadget dapat memberikan hiburan dan pendidikan instan untuk para balita. Dengan memakai gadget kemampuan audi-visual anak dapat terlatih. Sudah banyak aplikasi khusus untuk melatih audi-visual balita. Selain itu, banyak juga aplikasi untuk melatih motoric halus seperti menulis dan membaca.
          Dengan gadget, anak bisa mendapat hiburan berupa game yang sekaligus dapat melatih kecerdasan anak.


ARGUMEN MENENTANG
            Gadget dapat membuat anak cuek berjam-jam. Hal inilah yang menyebabkan beberapa orang berpendapat bahwa balita belum boleh menggunakan gadget. Dampak gadget pada balita baru akan terlihat jika mereka sudah mulai tumbuh. Anak akan mengalami penurunan dalam kemampuan bersosialisasi. Anak yang terlalu asyik bermain gadget menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar, sehingga tidak memahami etika bersosialisasi. Selain itu, anak yang mengakses situs jejaring di dunia maya secara berlebihan juga dapat membuat anak berfikir bahwa mencari teman bisa dilakukan melalui internet dan melupakan teman-teman yang ada di lingkungan sekitarnya. Tidak hanya itu, gadget disinyalir dapat menurunkan prestasi anak kelak saat memasuki jenjang sekolah.
          Gadget pada balita juga berpengaruh tehadap perkembangan mata. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan gadget secara berlebihan dapat memperberat kerja otot mata dalam mengatur focus, dan menimbulkan ketegangan mata. Hal ini dapat mempercepat timbulnya kelainan miopi  pada anak.


KESIMPULAN

            Jadi, balita boleh saja bermain gadget, asal tidak berlebihan. Dalam hal ini orang tua yang berperan sangat penting untuik mencegah hal-hal yang berdampak negatif pada anaknya. Orang tua dianjurkan mengerti dan paham batasan usia anak-anak bisa diperkenalkan dengan gadget. Agar dalam penggunaannya dapat lebih optimal dan bermanfaat untuk masa depan para balita. 

Jumat, 04 Maret 2016

Membuat Taplak Meja dengan Teknik Jumputan

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puji syukur atas kehadiratNya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Seni Budaya dan Keterampilan tentang Pembuatan Taplak Meja dengan Teknik Jumputan.
        Laporan ini telah kami susun secara maksimal dan dengan mendapatkan bantuan sehingga dapat memperlancar pembuatan laporan ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan laporan ini.
        Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki laporan ini.
        Akhir kata, kami berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Palembang, Februari 2016


Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar………………i

Daftar Isi………………………ii

Alat & Bahan………………….1

Langkah-Langkah……………3 

Hasil……………………………9  


ALAT & BAHAN
 


Ø Alat :
1.   Pensil

2.   Kelereng
3.   Tali rafia
4.   Panci
5.   Gunting
6.   Setrika
7.   Benang
8.   Jarum


Ø Bahan :
1.   Kain putih 
2.   Air
3.   Wantex
4.   Renda-renda








LANGKAH-LANGKAH
a)   Proses Pembuatan Pola
1.    Desain suatu pola di kertas atau media lainnya
2.   Terapkan pola tersebut di kain katun putih dengan cara meletakkan kelereng di titik-titik tertentu sesuai dengan pola yang dibuat.
3.   Beri tanda berupa titik di tempat kelereng-kelereng tadi menggunakan pensil.
4.   Ambil kelereng dari atas kain.
5.   Letakkan kelereng tepat di bawah titik dari bagian bawah kain.
6.   Angkat kelereng beserta kain, ikat menggunakan tal rafia. Simpulkan dengan kencang. Pastikan ikatan benar-benar kencang, agar pola terbentuk dengan sempurna.
7.   Agar polanya simetris potong tali rafia dengan ukuran yang sama.
8.   Ikatan ini bisa disusun hingga beberapa ikatan dibawah ikatan utama (pertama).


b)  Proses Pewarnaan
1.  Rebus 3,5 liter air sampai mendidih.
2.  Tambahkan 3 sendok teh garam
3.  Masukkan 2 bungkus wantex 
4.  Masukkan kain yang sudah dibentuk polanya tadi, tunggu sekitar 30 menit sampai warna nya rata.
5.  Setelah 30 menit, matikan kompor dan biarkan sekitar 15 menit agar kain tidak terlalu panas.
6.Jemur atau angin-anginkan kain sampai setengah kering.
7.  Bilas kain dengan air.
8.  Jemur sampai kering.
9.  Lepaskan ikatan dan kelereng dari kain tersebut. Polanya sudah terlihat

c)   Proses Penyetrikaan
1.  Agar tidak kusut, kita harus menyetrika kain.
2.  Siapkan setrika, atur tingkat kepanasannya.
3.  Jangan langsung menempelkan setrika dengan kain, lapisi bagian kain yang akan disetrika dengan kain tipis.
4.  Agak sulit menghilangkan kusut dari kain ini, agar mudah berikan semprotan pewangi pakaian.
5.  Setrika kain dengan hati-hati, jangan sampai gosong dan terkena tangan


d)  Proses Penjahitan dan Penghiasan
1.  Siapkan benang dan jarum jahit.
2. Kelim dengan menjahit setiap sisi kain dengan jarak 1,5 cm.
3.Jika semua sisi sudah di kelim, saatnya memasang hiasan berupa renda-renda.
4.Pasang renda di setiap sisi kain dengan menjahitnya.



  HASIL